Banyak Cara Nikmati Hidup

Banyak Cara Nikmati Hidup

VN:F [1.9.20_1166]
Rating: 5.0/5 (5 votes cast)

Akhir-akhir ini rasanya kurang puas sama pelayanan server hosting yang aku sudah pakai sejak tahun 2009 (atau 2010). Website aku suka nggak bisa diakses, dan layanan pelanggannya memang ramah dan fast-response tapi kadang nggak bisa menyelesaikan masalah. Semacam itulah.

Aku baru aja upgrade hostingku menjadi 500 MB dikarenakan aku mau membuat website khusus untuk toko online-ku. Seperti yang mungkin sudah diketahui, aku sedang merintis berjualan online benang dan alat rajut, yang sejauh ini aku pasarkan melalui Facebook, Kaskus dan Tokobagus. Satu yang kurang: aku belum punya toko online sendiri. Selama ini pasarku berkembang cukup pesat di Facebook namun tentunya situs jejaring sosial paling terkenal di dunia itu belum bisa mengakomodir secara menyeluruh terhadap apa yang aku require dalam sebuah toko, misalnya galeri foto yang lebih fleksibel, belanja online, keanggotaan pengguna, atau halaman-halaman yang lebih detil dan nggak monoton. Insyaallah saat ini sedang digodok pembangunannya.

Sementara itu, website ini pun, yang baru aja pulih dari serangan hacker kurang kerjaan (menyebabkan halaman index-ku hilang; padahal halaman tersebut butuh desain berbulan-bulan!) masih belum bisa kukembalikan ke tampilan semula, sehingga akhirnya masih nebeng halaman post untuk blog. Sedih bener. Tapi mungkin aku terlalu berfokus pada bahagia dan apa yang selalu menjadi semangatku sehingga nggak sempet sedih.

I’m really, absolutely enjoying my life. What about you?

Banyak Cara Nikmati Hidup, 5.0 out of 5 based on 5 ratings

3 thoughts on “Banyak Cara Nikmati Hidup”

  1. Podo, guwe yo enjoying my life. Masio guwe ga seneng ngrajut opo maneh dodolan benang, tapi guwe tetep enjoy-enjoy ae. Yo jenenge menungso, onok ae lah sing garai happy. Koyo guwe saiki. Nulis komen nggawe boso campur-campur ngene, this is the way of my happiness.

    [Reply]

    Cah Gemblung Reply:

    Opo ae koen iku! Bosomu ga enak blas diwoco. Motoku dadi koyok di sunduki mTugu Pahlawan. Lairmu pinggir kalen ae nggawe “guweh-guweh”. Wis ababmu mambu, medokmu fales. Ageh ndang diadusi weduse, ojo internetan ae. Sumpek guweh ndelok rai eloh.

    [Reply]

    Fansi Reply:

    Apa-apaan sih ini pembicaraan aneh. Ini orang-orang dari negara mana aja, yak? Ahahaha… tapi lucu, kok.

    [Reply]